KODIM 0708 PURWOREJO

Bersama Rakyat TNI Kuat

Tipologi Kodim 0708 Purworejo

September 5, 2015 No Comments

 KONDISI WILAYAH KODIM 0708/PURWOREJO SAAT INI

  1. Pendahuluan

Kodim 0708/Pwr yang membawahi 16 Koramil secara umum wilayahnya adalah merupakan perpaduan daerah-daerah pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, daerah pantai dan aliran sungai. Dataran rendah dan dataran aliran sungai sudah menggunakan sistem pengairan/irigasi, kondisi tersebut sangat mendukung terhadap sektor pertanian dan perkebunan sehingga ada beberapa daerah yang sudah mampu menghasilkan swasembada pangan.   Daerah pegunungan yang membujur dari Barat ke timur ditumbuhi hutan, selain merupakan aspek yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan hidup, serta hutan yang tersedia juga merupakan medan yang baik bagi pertahanan.   Daerah pantai Utara Purworejo selain telah berkembang dalam sektor perikanan, pendayagunaan dan industri bahari juga potensial bagi industri pariwisata.

Keadaan seperti uraian di atas dan ditunjang oleh potensi serta faktor-faktor lainnya maka di daerah Kodim 0708/Purworejo telah berkembang menjadi daerah Perrtanian, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dapat dialihkan untuk mendukung kepentingan pertahanan.

 

  1. 2. Kondisi Geografi.

 

  1. Kondisi Faktual.

 

1)         Letak Daerah Kodim 0708/Pwr mencakup daerah Kab. Purworejo terletak antara 109`47″28″ BT sampai dengan 110`08′ 20″ BT dan 7`32′ LS sampai dengan 7`54′ LS dengan batas :

 

  1. a) Sebelah Utara : Kab. Wonosobo dan Kab. Magelang

 

  1. b) Sebelah Timur : Kab Kulon Progo (Prop DIY)

 

  1. c) Sebelah Selatan : Samudera Indonesia

 

  1. d) Sebelah Barat : Kab. Kebumen

 

2)         Luas Daerah dan Pembagian Wilayah.

 

  1. a) Luas daerah Kodim 0708/Pwr 1.034,81 Km² yang meliputi 16 Kecamatan, 469 desa dan 25 Kelurahan.

 

  1. b) Sebelah Utara. Merupakan daerah pegunungan dan perbukitan dengan ketinggian 100 M sampai 1.050 M dari permukaan air laut dengan keadaan tanah yang subur.

 

  1. c) Sebelah Timur.   Merupakan daerah pegunungan yang diselingi persawahan, tegalan yang cukup subur.

 

  1. d) Sebelah Selatan. Merupakan daerah pantai, tanah ladang berpasir kurang subur dan sulit untuk bercocok tanam.

 

 

 

 

  1. e) Sebelah Barat. Merupakan dataran rendah dan tanahnya subur cocok untuk tanaman padi, sedangkan di bagian barat laut merupakan daerah pegunungan yang banyak terdapat tanaman pohon kelapa.

 

3)         Iklim dan Cuaca.

 

  1. a) Keadaan Iklim. Suhu daerah Kab. Purworejo terdiri dari dua tempat yaitu :

 

(1)       Daerah pegunungan rata-rata berhawa cukup dingin terutama pada musim kemarau.   Sedang pada daerah yang berketinggian 1.050 M kadang-kadang terjadi embun upas, yaitu di Kecamatan Bener dan Loano.

 

(2)       Daerah dataran rendah pada waktu siang hari rata-rata berhawa panas dan pada malam hari tidak terdapat perbedaan yang banyak.

 

(3)       Daerah berhawa sedang adalah Kec. Kaligesing dan Bruno.

 

4)         Keadaan Medan.     Keadaan medan terdiri atas :

 

(1)       Dataran rendah meliputi daerah Kecamatan Purworejo bagian tengah, Banyuurip, Grabag, Butuh Ngombol, Purwodadi, Bayan, Bagelen, Kutoarjo, dan Kec. Kemiri sebelah selatan dan Pituruh sebelah selatan. Dimusim kemarau kekurangan air, namun tidak sampai terjadi kekeringan karena terdapat banyak aliran sungai.

 

(2)       Dataran tinggi meliputi daerah Kec. Bener, Loano, Kaligesing, Bruno, Kemiri sebelah utara dan Pituruh sebelah utara, Gebang, Bagelen.

(3)       Gunung-gunung yang ada :

 

(a)       Gunung Kembang dengan ketinggian 729 m di Kec. Pituruh.

 

(b)       Gunung Memehan dengan ketinggian 974 m di Kec. Bruno.

 

(c)        Gunung Manggul Joyo dengan ketinggian 691 m di Kec. Bener.

 

(d)       Gunung Talok dengan ketinggian 507 m di Kec. Gebang.

 

(e)       Gunung tertinggi adalah gunung Memehan yang terletak di Kec. Bruno.

 

 

 

 

 

 

(f)        Gunung Wangi dengan ketinggian 754 m di Kec. Kaligesing

 

(g)       Desa yang letaknya tertinggi adalah Desa Benowo di Kec. Bener dengan ketinggian 439 m dari permukaan air laut.

 

(4)       Ketinggian wilayah dari permukaan air laut :

 

(a)       Kec. Purworejo        :   63     m

(b)       Kec. Bayan              :   19     m

(c)        Kec. Kaligesing        : 200     m

(d)       Kec. Banyuurip       :   12     m

(e)       Kec. Kutoarjo            :   26     m

(f)        Kec. Butuh               :   10     m

(g)       Kec. Grabag              :     2,5 m

(h)       Kec. Kemiri                :   20     m

(i)         Kec. Pituruh             :   18     m

(j)         Kec. Bruno               : 325     m

(k)        Kec. Loano               :   78     m

(l)         Kec. Gebang             :   78     m

(m)      Kec. Bener               : 150     m

(n)       Kec. Purwodadi       :   12     m

(o)       Kec. Ngombol          :   12     m

(p)       Kec. Bagelen           :   17     m

 

(5)       Danau dan Rawa.   Didaerah Kab. Purworejo tidak terdapat danau hanya terdapat sedikit rawa di Kecamatan Grabag dan Kec. Purwodadi dan tidak membahayakan masyarakat sekelilingnya dikarenakan dangkal.

 

(6)       Sungai. Didaerah Kab. Purworejo terdapat sungai yang cukup besar yaitu :

 

(a)       Sungai Bogowonto yang bermata air dari Gunung Sumbing dan bermuara di Pantai Congot (Samudera Indonesia).

Pada musim penghujan debit airnya cukup besar kadang-kadang mengakibatkan banjir di sekitarnya, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit dan berbatu-batu.

 

(b)       Sungai Cokroyasan yang bermata air dari Gunung Sumbing dan bermuara di pantai Ketawang (Samudera Indonesia).

 

(7)       Pantai Selatan.        Tanahnya terdiri dari campuran pasir namun masih dapat ditanami palawija meskipun tidak subur, disamping itu juga terdapat kandungan biji pasir besi di Pantai Ketawang Kec.Grabag.   Laut selatan pantainya landai namun ombaknya cukup besar sehingga nelayan hanya pada saat tertentu dapat melaksanakan aktifitasnya sebagai nelayan.

 

(8)      Hutan.

 

(a)       Luas kehutanan didaerah Kab.Purworejo adalah 8.867,24 Ha. BKPH Purworejo dengan luas kawasan :

 

– Resort Polisi Hutan Sawangan : 1.157,65 Ha

– Resort Polisi Hutan Bruno           : 3.136,22 Ha

– Resort Polisi Hutan Gebang       : 1.304,90 Ha

– Resort Polisi Hutan Kemiri         : 2.004,11 Ha

– Resort Polisi Hutan Loano          :   950.80 Ha

– Resort Polisi Hutan Katerban     :   534,90 Ha

 

(b)       Jenis tanaman hutan terdiri dari :

 

  • Hutan Albasia :       1,00 Ha
  • Hutan Mahoni/Pinus :       3,60 Ha
  • Hutan Pinus : 5.972,30 Ha
  • Rimba Campur : 1.038,80 Ha
  • Rimba Alam :     64,30 Ha

 

(c)        Didalam hutan rimba/alam hidup bermacam-macam aneka marga satwa yang menjadi obyek perburuhan, antara lain : kera, ular, babi hutan, kijang, ayam hutan, Landak dan sebagainya.

 

(d)       Baik hutan rimba maupun hutan alam kesemuanya berfungsi sebagai hutan pelindung/ menghindari erosi atau tanah longsor dan untuk sumber mata air, hutan ini terletak pada dataran tinggi antara lain Kec. Bruno, Bener, Kaligesing dan Kec. Loano.

 

 

  1. Permasalahan.

 

1)         Suhu udara yang terlalu tinggi kadang-kadang dapat mengakibatkan kecepatan angin bertambah, terutama pada bulan september s/d Desember , dampak lain keadaan cuaca adalah dapat menimbulkan kerusakan terhadap lahan pertanian dan pemukuman penduduk.

 

 

2)         Letak Kabupaten Purworejo (Kodim 0708/Purworejo) yang terdiri dari dataran/pegunungan dan hutan sangat rawan terhadap bencana alam dan tanah longsor, kebakaran hutan dan angin ribut/lesus, sedangkan dibagian selatan rawan terhadap banjir pada waktu musim hujan serta rawan terhadap penyelundupan dari laut dan infiltrasi seperti Kac. Grabag, Ngombol dan Kec. Purwodadi.

 

3)         Tanah kritis yang terletak didaerah aliran sungai (DAS), Daerah banjir rutin dan daerah kekeringan setiap tahunnya mengganggu kelancaran pembangunanekonomi daerah Purworejo sehingga mempunyai dampak kepada ketahanan daerah/wilayah.

 

4)         Potensi Sumber Daya Alam diwilayah belum tersusun seperti pasair besi di pantai Grabag, sedangkan faktor yang mempengaruhi :

 

  1. a) Belum tersusunya tataran kewenangan pengelolaan Sumber Daya Alam untuk kepentingan Pertahanan di wilayah khususnya pada Era Otonomi Daerah saat ini.

 

  1. b) Kebijakan umum tebntang pengelolaan Sumber Daya Alam untuk kepentingan Pertahanan belum dijabarkan secara rinci.

 

  1. c) Askibat dari pada Era Otonomi daerah adalah upaya kepentingan daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan belum berorientasi kepada kepentingan Nasional.

 

5)         Daerah pantai merupakan medan terbuka dan landai sehingga tidak memberikan lindung tembak dan lindung tinjau untuk pertahanan.

 

6)         Sarana dan prasarana didaerah berkembang sesuai dinamika pembangunan di daerah yang didasarkan pada kepentingan daerah dihadapkan pada kepentingan pertahanan wilayah masih terdapat ketidak paduan akibat orientasi kepentingan yang berbeda yang mempengaruhi antara lain faktor :

 

  1. a) Belum adanya kepedulian dan antisipasi dari pihak pengelola Sumber Daya Buatan terhadap hakekat ancaman untuk kepentingan Pertahanan wilayah/daerah.

 

  1. b) Belum terciptanya kesamaan persepsi tentang penyusunan Rencana Umum Tata Ruang dan upaya penciptaan daya tangkal kewilayahan.
  2. Kondisi Demografi.

 

  1. Kondisi Faktual. Kabupaten Purworejo berpenduduk 695.427 jiwa dengan kepadatan penduduk 756/Km penyebaran penduduk tidak merata, dengan kepadatan penduduk terdapat dikota dan kepadatan dikota-kota ini semakin bertambah dengan adanya urbanisasi pencari lapangan kerja. Penduduk Kabupaten Purworejo yang hiterogin sebagian besar terdiri dari suku jawa dan sebagian kecil suku lain WNI keturunan yang merupakan tenaga ahli yang bekerja di perindustrian atau pabrik dan berdagang. Terdapat pondok pesantren 71 buah.

 

 

Penduduk yang hiterogin dengan kepentingan yang komplek merupakan sumber kerawanan sosial terutama perkelahian remaja.        Penduduk Kab. Purworejo 19,12 % terdiri dari pelajar dengan segala eksistensinya bisa merupakan sumber kerawanan sosial diantaranya adalah perkelahian antar pelajar.

 

1)         Umum.

 

  1. a) Jumlah penduduk dilihat dari tingkat pertumbuhan dan komposisi usia, Jumlah penduduk 695.427 jiwa terdiri dari :

 

(1)       Jenis kelamin :

 

(a)       Laki-laki                    : 343.644 Jiwa

(b)       Perempuan              : 351.783 Jiwa

 

(2)       Agama

 

(a)       Islam                           : 576.133 jiwa

(b)       Katolik                       :   11.404 jiwa

(c)        Protestan                  :     8.121 jiwa

(d)       Hindu                        :       101 jiwa

(e)       Budha                       :       668 jiwa

 

(3)       Suku / Etnik :

 

(a)       Jawa                         : 689.816 jiwa

(b)       Keturunan Cina       :     5.461 jiwa

(c)        Keturunan Arab       :       150 jiwa

(d)       WNA                          :   Nihil   jiwa

(4)      Umur :

 

(a)       0   – 4 tahun              :       62.836 orang.

(b)       5   – 14 tahun                        :     122.622 orang.

(c)        15 – 19 tahun                        :       57.403 orang.

(d)       20 – 24 tahun                        :       39.305 orang.

(e)       25 – 29 tahun                        :     189.828 orang.

(f)        30 – 34 tahun                        :       44.746 orang.

(g)       35 – 39 tahun                        :       47.590 orang

(h)       40 – 44 tahun                        :       54.917 orang.

( i)        45 – 59 tahun                        :     133.952 orang.

( j)        60 tahun Keatas      :      97.917 orang.

 

 

 

  • Published On : 5 tahun ago on September 5, 2015
  • Author By :
  • Last Updated : September 6, 2015 @ 8:22 am
  • In The Categories Of : Sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Social Media

  • Google Maps

    Google Map - Harviacode.com
  • Kategori

  • Meta

quality writing paperresearch paper writingpaper writingdissertation writing help