KODIM 0708/PURWOREJO

Bersama Rakyat TNI Kuat



Koramil 13/ Bener Ikut Melaksanakan Upacara Sumpah Pemuda KE-90 Di Kecmatan Bener

Bener – Bapak Camat Bener (Agus Widiyanto Sip.M.Si ) menjadi Inspektur Upacara (irup) dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 yang mengambil tema “PEMUDA INDONESIA BERANI BERSATU”, di halaman Kec Bener, Senin (29/10). Upacara ini, ikut dihadiri oleh unsur Forkompincam, Perangkat Desa Bener, Organisasi Pemuda serta TNI dan Polri.

Yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Inspektur (Irup) adalah Camat Bener, Komandan Upacara (DanUp) Ipda Sumarno (Polsek Bener), Perwira Upacara Pelda Sumardiyanto (Bamin Bati Bhakti TNI Koramil Bener), Pembaca UUD 1945 Bapak Suharno (Kec, Bener), Pembaca Sumpah Pemuda Bapak Bejo M (Kec, Bener), pengibar Bendera dari Puskesmas Bener.

Dalam amanat sumpah pemuda Bapak Agus Widiyanto mengatakan, Sembilan Puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanaan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945.

Lebih Lanjut Agus mengatakan, “Sumpah pemuda dibacakan di arena kongres Pemuda ke-II, yang dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah”, Ucapnya.

“Dari belahan barat Indonesia, teradat nama Mohammad Yamin. Seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran kota Ambon Maluku, mewakili organisasi pemuda Jong Ambon. Ada juga Katjasungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefran Senduk, mewakili Organisasi pemuda Sulawesi, Jong Celebes”, Tandas Tatong Bara.

“Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indoneisa menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar lainnya. Di depan mata kita ada MEA dan Perdagangan Bebas Asia dan Dunia. Saatnya pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia”, Tutup Agus.

  • Published On : 4 tahun ago on Oktober 30, 2018
  • Author By :
  • Last Updated : Oktober 30, 2018 @ 7:58 am
  • In The Categories Of : Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

';