KODIM 0708/PURWOREJO

Bersama Rakyat TNI Kuat



Dandim Purworejo Menjadi Bapak Asuh Stunting Di Kabupaten Purworejo

Purworejo – Bupati Purworejo R.H.Agus Bastian SE, M.M. mengukuhkan Komandan Kodim 0708 Purworejo Letkol Infanteri Lukman Hakim S. Sos, M. Si. dan Kepala Baznas Kabupaten Purworejo KH. Akhmad Hamid menjadi bapak Asuh stunting Kabupaten Purworejo dan sosialisasi peningkatan kapasitas tim pendamping keluarga (TPK) di Pendopo Kabupaten Purworejo. Senin, (26/09)

Dalam sambutannya Bupati Purworejo R.H.Agus Bastian mengucapkan selamat kepada Dandim 0708 Purworejo dan Ketua Baznas yang hari ini dikukuhkan sebagai bapak asuh anak stunting di Kabupaten Purworejo. Semoga dukungan beliau dapat menginspirasi dan memotivasi semua untuk peduli terhadap persoalan stunting.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan menurut peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting mengamanatkan Kepala BKKBN selaku ketua pelaksana percepatan penurunan stunting sebagaimana yang telah ditargetkan sebesar 14% pada tahun 2024. Untuk mencapai target
diperlukan upaya percapatan lintas program dan lintas sektor.

“Prioritas dalam rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia harus dilaksanakan oleh berbagai pihak di seluruh tingkatan daerah untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Oleh sebab itu diperlukankoordinasi di semua lembaga tingkat pusat hingga desa, “ungkapnya.

Bupati menambahkan untuk dapat melakukan pemaduan, sinkronisasi, dan sinergitas program dan kegiatan dalam upaya percepatan penurunan stunting secara utuh, menyeluruh dan terpadu.Dengan mempertimbangkan waktu yang tersisa dalam pencapaian target 14% di tahun 2024, menuntut pemerintah mampu mempioritaskan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan cakupan pelayanan kepada kelompok sasaran percepatan penurunan Stunting.

“BKKBN membentuk satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting untuk melaksanakan fungsi konsultasi dan fasilitasi koordinasi percepatan penurunan stunting Nasional dan Daerah, ” imbuhnya.

Menurut Bupati keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan aktor penting untuk menyelesaikan masalah stunting di Indonesia. Sehingga, BKKBN telah mengerahkan 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu TPK.
Untuk Kabupaten Purworejo sendiri, terdapat 593 TPK dengan total anggota ada 1668 personil yang tersebar di 494 desa dan kelurahan.

“Dengan adanya TPK yang langsung turun di lapangan dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil di tingkat Desa/Kelurahan hingga keluarga, diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan angka stunting,”pungkasnya.

Sementara itu Dandim Letkol Inf Lukman Hakim menjelaskan kasus stunting di Kabupaten Purworejo berada di 14 persen, hal ini menjadikan semangat untuk lebih mengeratkan kerja sama dengan dinas terkait untuk menurunkan ke angka 11 persen dengan melakukan pendampingan secara aktif melalui babinsa di wilayah desa binaan.

“Kami TNI akan selalu membersamai masyarakat dengan suka maupun duka dengan langsung ke keluarga yang kurang dalam pemenuhan gizi sesuai data yang sudah ada, ” tandanya.

  • Published On : 2 bulan ago on September 27, 2022
  • Author By :
  • Last Updated : September 27, 2022 @ 4:09 am
  • In The Categories Of : Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

';